Wisnu Indra Kresna’s blog

Just another WordPress.com weblog

Subsidi BBM dan Listrik Tahun 2009 Diperkirakan Membengkak

Posted by wisnuindrakresna pada 21 Juni 2008

Pemerintah memproyeksikan subsidi BBM dan listrik tahun depan akan membengkak. Subsidi BBM diproyeksikan sebesar Rp155,7 triliun dan subsidi listrik sebesar Rp77,9 triliun di APBN 2009. Demikian hasil pemaparan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang menjelaskan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal 2009 sebagai hasil tindak lanjut pembahasan asumsi makro dan energi di Komisi VII dan XI di Panitia Anggaran, gedung DPR, Jakarta, Rabu (11/6).

Apa yang disampaikan Menkeu kali ini akan dibahas lebih lanjut melalui Panitia Kerja (Panja) yang akan dibentuk di Panitia Anggaran. Menurut Sri Mulyani, berdasarkan pihaknya telah membuat perhitungan baru. Asumsi harga minyak pada 2009 dipatok US$120 per barel, lifting minyak 950 ribu barel per hari, dan konsumsi BBM bersubsidi 38,8 juta kiloliter.

Konsumsi minyak mengalami perubahan sangat besar. Dalam pokok kebijakan fiskal yang disampaikan pemerintah, konsumsi BBM ditetapkan 32,6 juta kiloliter. Sedangkan konversi LPG hanya 0,5 juta kiloliter.

Namun, di Komisi VII, disepakati konsumsi BBM untuk 2009 sebesar 38,8 juta KL, dimana premium melonjak dari 14,4 juta KL menjadi 20,4 juta KL. Minyak tanah menurun, karena konversi minyak tanah ke LPG ditetapkan dari 8,4 juta KL menjadi 5,8 juta KL. Sedangkan solar mengalami pertumbuhan besar hampir 30%, dari 9,8 juta KL menjadi 12,6 juta KL. Karena itulah, subsidi BBM melonjak tajam dari sebelumnya dipatok Rp105,5 triliun kemudian naik menjadi Rp155,7 triliun.

“Dari hasil Komisi VII ini, kami menggunakan hasil tersebut untuk mulai menyusun kebutuhan subsidi BBM dan listrik 2009. Konsumsi premium tanpa ada pembatasan sama sekali akan tumbuh hampir 42%. Solar 28,6%,” katanya. Sehingga secara eksplisit volume konsumsi BBM bersubsidi akan mencapai 42,8 juta Kl. Ini adalah angka yang sangat tinggi.

Namun di sisi lain, dengan naiknya asumsi harga minyak dari US$110 per barel ke US$120 per barel, pendapatan negara akan meningkat dari Rp1.204,5 triliun menjadi Rp1.060 triliun.

Penerimaan pajak akan meningkat Rp723,9 triliun menjadi Rp729,4 triliun walaupun tarif PPh diturunkan. Belanja negara akan naik drastis, terutama pada pos subsidi dari Rp1.105,9 triliun menjadi Rp1.143,5 triliun.

“Dengan postur tersebut, defisit akan membengkak dari Rp81,3 triliun menjadi Rp83,5 triliun atau 1,6 persen dari PDB,” jelasnya. (Ray/OL-06)


Sumber : Media Indonesia Online, Heni Rahayu 11 Juni 2008

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: