Wisnu Indra Kresna’s blog

Just another WordPress.com weblog

Tips Touring keluar kota menggunakan sepeda Motor

Posted by wisnuindrakresna pada 19 Juni 2008

Meski sering berpergian keluar kota menggunakan sepeda Motor, Touring ini selain dalam rangka menjalin silaturahim juga untuk penyegaran, Maka untung menghindari hal hal yang tidak diinginkan maka kita harus memperhatikan shefty riding.

Touring adalah kegiatan mengendarai kendaraan secara bersama-sama atau berkelompok, dengan minimal orang 2 – 10 kendaraan, dengan satu tujuan atau menuju arah yang sama.

Untuk pelaksanaannya touring sebaiknya diadakan pembicaraan dari awal secara bersama-sama mengenai pelaksanaan dan waktu keberangkatan, Ada baiknya pembicaraan touring juga menentukan jalan-jalan yang kana dilalui, pit-stop (tempat pemberhentian) yang akan dituju, dan sebagainya, tujuannya agar touring dapat dilaksanakan dengan baik sampai tujuan.
Setiap individu sebaiknya mempersiapkan dengan sebaik-baiknya kondisi phisik baik kendaraan yang dipakai maupun phisik individu masing-masing, karena jika kita melakukan touring dengan jarak yang jauh dibutuhkan waktu cukup lama perjalanan sedikitnya 3 – 4 jam perjalanan sekali jalan. Sebelum melakukan perjalanan sebaiknya makan seperlunya (paling ngga perut ke-isi dulu).

Perlengkapan berkendara individu :
Jaket, sebaiknya gunakan jaket yang pas dengan badan kita, agar tidak  berkibar-kibar. Hal ini dapat memepngaruhi hambatan angin yang ditimbulkan, dan mempengaruhi kecepatan.
Jas Hujan, Sebaiknya pilih jas hujan model terpisah antara baju dengan celana, kalo perlu yang pake ada penutup sepatu.
Sarung tangan, Digunakan supaya tangan kita terhindar dari udara dingin yang menyebabkan keram dan juja panas matahari.
Sepatu, Sebaiknya pilih yang modelnya menutupi mata kaki kita.
Helm, Sebaiknya gunakan yang model full-face, atau paling ngga helm yang dapat menutupi sampai ke telingga kita.
Alat Komunikasi, Gunakan alat komunikasi seperti Handpone atau Radio Pangil dua arah, berfungsi untuk memberitahukan jika ada kejadian seperti ada peserta yang mengalami torobel.
Surat surat kendaraan, seperti SIM, STNK dan KTP.
Tools motor, Cukup membawa tools standar dari diler motor.
Seprapat Sadangan : Sepeti busi cadangan yang masih bagus, lap kering, amplas, bohlam sein, kabel kopling cadangan, kabel gas cadangan, tools untuk tambal ban buat yg tubles dan ban dalam buat yang tidak tubles, dsbnya….
Mungkin sebaiknya menunjuk salasatu sebagai bengkel berjalan.
Untuk kesiapan kendaraan, kita jangan lupa untuk melakukan pengecekan kendaraan yang kita bawa . Yang harus kita lakukan pertama tama :
* Cek Oli mesin, karena oli dapat menguap sehingga oli dapat berkurang.
* Cek kerenggangan rantai motor.
* Cek Kabel Gas.
* Cek Kabel Koplingi.
* Cek Ban, jika kembang pada bagian tengah sudah hampir tidak terlihat/gundul,sebaiknya anda memikirkan kembali untuk melakukan touring , karena apa bila dalam kondisi hujan akan sangat berbahaya.
* Cek kondisi lampu-lampu kendaraan, terutama lampu depan (head lamp), lampu belakang, lampu sein.
Ada baiknya untuk memeriksakan kondisi kendaraan/motor langsung ke bengkel kepercayaan.

Etika Touring, Sebaiknya jaga jarak aman antar kendaraan, untuk kecepatan s/d 60 KM/J jarak aman adalah 5 – 8 meter, untuk kecepatan diatas 60 KM/J sebaiknya 10 m atau lebih, sehingga bisa mengantisipasi bila motor/kendaraan didepan tiba tiba melakukan manuver/rem mendadak.
Tetap menjaga etika berlalulintas yang baik.
Untuk melakukan touring dengan jumlah rombongan banyak ada baiknya semua motor menyalakan lampu depan kendaraan.Hal ini penting supaya kendaran lain yang didepan atau dari arah berlawanan dapat dengan cepat mengetahui keberadaan motor kita.
Susunan Rombongan / Konvoi
.

Voorederj (kapala rombongan) bisa 1 atau 2 motor dipaling depan rombingan, gunanya untuk membuka barisan, atau memberitahukan kendaraan didepan bahwa kita lagi melakukan perjalanan konvoi/touring.

Kepala rombongan, Sebagai kepala rombongan haru memberi contoh kepada rombongan yang lain etika berlalu lintas yang baik. seperti berhenti apabila lampu merah sedang nyala, dsbnya.

leader, Sebagai harus selalu waspada Kalo kalo ada lubang atau hambatan didepan jangan segan segan untuk kasih tanda kerombongan yang bisa dimengerti dengan cepat.contoh: apabila ada lubang bisa kasih tanda dengan menurunkan kaki kearah lubang/hambatan tersebut, kalo mo belok kiri atau kanan dipersimpangan, kasih tanda dengan tangan atau lampu sein; kalo mo berhenti, acungkankan tangan keatas dengan posisi tangan mengepal; kalo mau berhenti dengan cara memperlambat motor, kasih tanda dengan tangan dengan menggerak-gerakan tangan vertikal atas bawah; dsbnya, dan peserta dibelakangnya melakukan hal yang sama terus sampai ke peserta paling belakang (sweeper).Sebagai leader sebaiknya menjaga kecepatan motor, biar yang dibelakang ngga ketinggalan, sebaiknya jaga kecepatan hingga maksimal 60 KM/J, kecuali memang diperlukan untuk lebih dari itu.

Rombongan (peserta), Sebaiknya peserta dibagi atas beberapa rombongan, kalo peserta diatas 20 motor. dan bisa juga dibagi per 8 – 10 motor. Sehingga kontrol dapat dilakukan dengan baik dan mudah, setiap rombongan kudu bisa inget siapa siapa ajah yang masuk kerombongannya. Jangan melakukan manuver-manuver yang ngga perlu/berbahaya.Apabila melakukan rollin thunder didalam kota, sebaiknya posisi rombongan adalah 1-1 atau 2-2, supaya ngga bikin macet.Kalo rollin thundernya keluar kota, bisa dengan posisi 1-1 atau 2-2 di kiri jalan, jangan melakukanya ditengah.

Sweeper, bisa 1 – 2 motor, fungsinya sebagai penyapu apabila ada kendaraan/peserta yang tertinggal dibelakang, posisinya selalu berada dipaling belakang rombongan. Sebaiknya pilih motor yang paling cepat ber-akselesari, karena dia juga berfungsi untuk memberitahukan leader didepan apabila dibelakang terjadi hambatan.
– Persiapan No Teknis Lainnya, Ada baiknya bila jumlah peserta cukup banyak (mencapai 25 motor atau lebih) memberitahukan ke pihak berwajib (polisi) mengenai arah tujuan perjalanan dan jalan-jalan yang akan dilewati, sehingga polisi bisa memberikan arahan adan bantuan seperlunya, seperti informasi jalan-jalan, dan sampai dengan pengawalan khusus,tentunya kalo sampai dengan pengawalan khusus, maka diperlukan uang “tips/uang rokok” untuk petugasnya.

– Buat Para Bonjengers /Foxy Lady, sebaiknya turut berpartisipasi dalam kegiatan touring, dengan memberikan tanda tanda yang diperlukan bagi rombongan, seperti tanda kalo ada halangan didepan, tanda berbelok dan tanda tanda lainnya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: